Langsung ke konten utama

Ngigau Rrrrrrrz

Lama gak nulis di blog. Bukan karena gak ada akses internet, tapi lagi gak sempat aja. Dan sekarang saya coba nulis lagi. Ini cerita tentang Paksi, anak kedua saya. Ceritanya begini.

Dalam satu minggu terakhir ini, Paksi sedang senang-senangnya bilang Rrrrrrrz. Bahkan sampai kebawa-bawa dalam tidurnya. Maklum saja, meski sudah duduk di TK B, ia belum bisa bilang R. Sebagai contoh, kalo menyebut rumah dia akan bilang lumah. Tapi kalo menyebut kamar, dia akan bilang kamang. Jadi huruf R bila di depan kata ia akan menyebutnya L, sedangkan bila diakhir kata akan menyebutnya NG.

Kami tidak bosan-bosannya untuk melatih dia bilang R, terutama neneknya. Dan akhirnya dia bisa juga menyebut huruf R dengan jelas. Piring, adalah kata pertama yang menjadikannya bisa bilang R dengan jelas. Sekarang, hampir setiap hari dia mengucapkan kata R dengan jelas, meski kadang terlalu panjang, seperti Rrrrrrz. Mungkin karena saking seringnya latihan bilang R, sampai-sampai dalam tidurnya dia sering mengigau R, Rrrrrrz.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mandi Bola

Ini sepenggal cerita dari aktivitas Damar Keina Lebaying. Damar begitu biasa ia dipanggil, memilih Taman Impian Jaya Ancol untuk mengisi liburan sekolahnya kemarin. Di Ancol, ada beberapa wahana permainan dan hiburan yang dia nikmati, bersama sepupunya, Rifqi, Denys, dan Hafidz. Pertama-tama dia mengunjungi Sea World. Melihat hiu dalam kenyataan merupakan pengalaman pertamanya. Karena selama ini ia baru melihat di film atau televisi. Dari Sea World, lantas mencoba naik Gondola. Melihat-lihat pemandangan kawasan Ancol dari dalam kereta gantung sungguh mengasyikkan. Meski Denys sempat agak ketakutan, Damar santai aja. Kemudian ia minta berenang di wahana Atlantis. Semua kolam dicobanya. Dari kolam air deras hingga mandi bola. Berenang memang kesukaannya. Kalo sudah berenang lupa deh harus berhenti. Lebih dari dua jam mereka habiskan waktunya di wahana ini. Tak terasa hari sudah menjelang petang. Sebelum pulang ke rumah mbahnya, mereka menyempatkan diri untuk melihat monumen. Capek banget...

Dedeng Alwi

Semak itu dibiarkan tumbuh liar. Kota Palu terasa panas, ketika kakiku menapaki komplek pekuburan itu. Di sini, bersemayam damai jasad sahabatku, Dedeng Alwi. Seorang sahabat yang sangat berkesan dalam hidupku. Tuhan punya rahasia. Dialah yang menentukan kapan saatnya seorang anak manusia dipanggil pulang. Termasuk sahabatku ini, dia dipanggil pulang dalam usia yang belum terlalu tua. Meski sesungguhnya, masih banyak kerja di dunia ini. Dari tanggannya, lahir berpuluh-puluh aktivis lingkungan yang pro rakyat. Maklum, almarhum adalah salah satu dedengkot aktivis LSM di Palu. Karena itu pulalah, aku mengenal sosok almarhum sebagai guru bertangan dingin. Bung, semoga engkau damai di sisi Tuhan Yang Maha Mengerti. Aku sangat kehilangan, sosok sahabat seperti kamu.

Pakspidy

Ini cerita tentang Paksi yang berubah jadi Spiderman. Habis nonton Spiderma 3, Paksi lalu berganti kostum ala jagoannya itu. Dengan demikian dia berganti nama menjadi Pakspidy. Dan dalam cerita ini, dikisahkan dia mau beranterm dengan kembarannya yang berwatak jahat. Setelah melalui pertarungan yang cukup seru di atas genteng rumahnya, kembarannya akhirnya kalah dan menghilang ntah kemana. Demikianlah cerita singkat tentang pertarungan Pakspidy dengan kembarannya yang cukup seru. Dan penonton kembali tertawa senang, melihat jagoannya menang.