Langsung ke konten utama

Mac Paksi

Apa jadinya jika Paksi main game di Mac? Ya beginilah tampangnya. Lho tapi kok dia telanjang? Ya begitulah kelakuannya.

Main game apa seh? Kok serius banget? Game Tribal Trouble. Kalo dia seh bilangnya Game Papua. Hehehe.

Gamenya kayak apaan tuh? Paksi harus membuat 2 rumah, mirip rumah penduduk asli orang-orang Pegunungan Tengah Papua. Rumah pertama untuk memproduksi pasukan, dan rumah kedua untuk memproduksi senjata. Bisa dipilih, mau senjata tombak atau kampak.

Untuk bisa membuat senjata, Paksi harus menguasai bahan baku berupa kayu dan bahan tambang yang tersedia di hutan. Namun sering kali terjadi perebutan sumberdaya dengan suku-suku musuh di sana. Untuk itu pasukan pemukul harus segera dikerahkan.

Setelah tersedia cukup pasukan lengkap dengan senjatanya, tugas Paksi selanjutnya adalah mengempur markas suku-suku lawannya. Sampai seluruh pasukan musuh dan markasnya hancur, barulah Paksi dikatakan sebagai pemenang.

Beginilah kebiasaan Paksi saban hari. Bangun tidur langsung main game, kadang sampai gak sempat pakai baju segala. Hahahaha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mandi Bola

Ini sepenggal cerita dari aktivitas Damar Keina Lebaying. Damar begitu biasa ia dipanggil, memilih Taman Impian Jaya Ancol untuk mengisi liburan sekolahnya kemarin. Di Ancol, ada beberapa wahana permainan dan hiburan yang dia nikmati, bersama sepupunya, Rifqi, Denys, dan Hafidz. Pertama-tama dia mengunjungi Sea World. Melihat hiu dalam kenyataan merupakan pengalaman pertamanya. Karena selama ini ia baru melihat di film atau televisi. Dari Sea World, lantas mencoba naik Gondola. Melihat-lihat pemandangan kawasan Ancol dari dalam kereta gantung sungguh mengasyikkan. Meski Denys sempat agak ketakutan, Damar santai aja. Kemudian ia minta berenang di wahana Atlantis. Semua kolam dicobanya. Dari kolam air deras hingga mandi bola. Berenang memang kesukaannya. Kalo sudah berenang lupa deh harus berhenti. Lebih dari dua jam mereka habiskan waktunya di wahana ini. Tak terasa hari sudah menjelang petang. Sebelum pulang ke rumah mbahnya, mereka menyempatkan diri untuk melihat monumen. Capek banget...

Dedeng Alwi

Semak itu dibiarkan tumbuh liar. Kota Palu terasa panas, ketika kakiku menapaki komplek pekuburan itu. Di sini, bersemayam damai jasad sahabatku, Dedeng Alwi. Seorang sahabat yang sangat berkesan dalam hidupku. Tuhan punya rahasia. Dialah yang menentukan kapan saatnya seorang anak manusia dipanggil pulang. Termasuk sahabatku ini, dia dipanggil pulang dalam usia yang belum terlalu tua. Meski sesungguhnya, masih banyak kerja di dunia ini. Dari tanggannya, lahir berpuluh-puluh aktivis lingkungan yang pro rakyat. Maklum, almarhum adalah salah satu dedengkot aktivis LSM di Palu. Karena itu pulalah, aku mengenal sosok almarhum sebagai guru bertangan dingin. Bung, semoga engkau damai di sisi Tuhan Yang Maha Mengerti. Aku sangat kehilangan, sosok sahabat seperti kamu.

Pakspidy

Ini cerita tentang Paksi yang berubah jadi Spiderman. Habis nonton Spiderma 3, Paksi lalu berganti kostum ala jagoannya itu. Dengan demikian dia berganti nama menjadi Pakspidy. Dan dalam cerita ini, dikisahkan dia mau beranterm dengan kembarannya yang berwatak jahat. Setelah melalui pertarungan yang cukup seru di atas genteng rumahnya, kembarannya akhirnya kalah dan menghilang ntah kemana. Demikianlah cerita singkat tentang pertarungan Pakspidy dengan kembarannya yang cukup seru. Dan penonton kembali tertawa senang, melihat jagoannya menang.