Langsung ke konten utama

Postingan

Optimis Ditengah Krisis

Banyak orang menganalisis bahwa dampak krisis keuangan global masih akan melanda Indonesia di tahun 2009 ini. Tapi apakah kita juga harus paranoid dengan kondisi ini? Tentu saja kita harus tetap optimis, bahwa di tahun ini kita bisa melewati krisis dengan baik. Bagaimana caranya kita bisa melewati krisis tersebut? Sebagian kawan, mencoba peruntungan dengan cara terjun ke dunia politik. Mengingat pada tanggal 9 April yang akan datang, akan digelar pesta demokrasi 5 tahunan untuk memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk di DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Menjadi anggota parlemen bagi sebagian kawan adalah upaya untuk keluar dari krisis keuangan global, atau paling tidak keuangan domestiknya. Namun beberapa kawan yang lain, justru akan mulai bisnis kecil-kecil. Misalnya, mau buka warung kopi, rental internet, jualan pulsa HP dan lain sebagainya. Ya, apa sajalah. Memang harus kreatif saat ini. Jadi banyak cara untuk keluar dari krisis. Yang penting tetap optimis, bahwa k...

Selamat Datang 2009

Lama sudah tidak Ngeblogg. Selain gak sempat juga karena akses internet lagi rada lelet. Tapi memasuki tahun 2009 ini, saya coba mulai tulis lagi catatan perjalanan saya selama beberapa bulan terakhir ini. Menjelang pergantian tahun 2008 ke 2009 saya sempat pergi ke Manokwari, Papua Barat, untuk bantu kawan-kawan di sana setup Community Foundation. Aktivitas ini didukung oleh Program Tatakelola Kehutanannya Kemitraan. Kembali dari Manokwari, pas tanggal 1 Januari saya meluncur ke Sekadau. Di sana saya fasilitasi trining upgrading staf CU Keling Kumang. Lumayan berat, karena yang di upgrade adalah staff non job. Yohanes memang luar biasa. Itu dulu deh

Kali Kedua

Ini kali kedua Paksi masuk rumah sakit. Yang pertama dulu ketika umurnya baru 2 tahun. Namun sakitnya sama saja, diare. Karena Paksi agak sedikit susah makan, maka asupan makanan harus diberikan lewat infus agar menurunnya jumlah cairan di dalam tubuhnya bisa segera dipulihkan. Syukurlah, begitu opname di RS Ibu dan Anak Anugerah Bunda Khatulistiwa Pontianak, kondisi tubuhnya langsung membaik. Dia cuma menginap 2 malam di rumah sakit. Pagi ini dia sudah diizinkan pulang oleh dokter Dina yang merawatnya. Meski terkesan penyakit biasa-biasa saja, namun berdasarkan catatan departemen kesehatan, diare merupakan penyebab kematian yang tidak bisa dipandang enteng. Tiap tahun, rata-rata 100.000 orang meninggal dunia karena diare di seluruh Indonesia. Jadi waspadalah dengan penyakit yang kadang dianggap remeh ini. Paling mudah ya antisipasi saja dengan baik. Terutama jangan jajan sembarangan. hehehe

Pengalaman Pertama

Nek, gimana cara belinya? Begitulah pertanyaan Damar pada Neneknya. Rupanya, selama ini Damar belum pernah membeli jajan sendiri. Sehingga ia tidak tau bagaimana caranya membeli jajan. Meski sudah duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar, namun Damar tidak pernah jajan sendiri. Selama ini, ibunya selalu membawakan makanan dan minuman dari rumah. Kebetulan kemarin Damar diantar Neneknya sekolah. Ibunya lupa membawakan kotak makanannya. Lalu Neneknya memberikan uang seribu rupiah untuk jajan pada saat istirahat. Namun begitu terima uang dari Neneknya, Damar malah bertanya pada Neneknya, bagaimana caranya membeli jajanan di sekolah. Dengan sabar, Neneknya mengajarinya. Nanti Abang, begitu Damar biasa disapa, bilang saja ke penjaga kantin sekolah, mau beli donat, lalu kasihkan uangnya. Seribu dapat satu donat. Begitu Neneknya mengajari Damar beli jajanan di kantin sekolah. Setelah tahu caranya membeli jajanan itu, Damar dengan yakin masuk kelas. Ketika bel tanda istirahat dibunyikan, ia cepat...

Ngigau Rrrrrrrz

Lama gak nulis di blog. Bukan karena gak ada akses internet, tapi lagi gak sempat aja. Dan sekarang saya coba nulis lagi. Ini cerita tentang Paksi, anak kedua saya. Ceritanya begini. Dalam satu minggu terakhir ini, Paksi sedang senang-senangnya bilang Rrrrrrrz. Bahkan sampai kebawa-bawa dalam tidurnya. Maklum saja, meski sudah duduk di TK B, ia belum bisa bilang R. Sebagai contoh, kalo menyebut rumah dia akan bilang lumah. Tapi kalo menyebut kamar, dia akan bilang kamang. Jadi huruf R bila di depan kata ia akan menyebutnya L, sedangkan bila diakhir kata akan menyebutnya NG. Kami tidak bosan-bosannya untuk melatih dia bilang R, terutama neneknya. Dan akhirnya dia bisa juga menyebut huruf R dengan jelas. Piring, adalah kata pertama yang menjadikannya bisa bilang R dengan jelas. Sekarang, hampir setiap hari dia mengucapkan kata R dengan jelas, meski kadang terlalu panjang, seperti Rrrrrrz. Mungkin karena saking seringnya latihan bilang R, sampai-sampai dalam tidurnya dia sering mengigau R...

BBM Melambung

Setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM beberapa waktu yang lalu, kini giliran harga BBM yang tak terkendali di tingkat pengecer. Di pom-pom bensin di kota Pontianak tampak antrian kendaraan untuk mengisi BBM. Karuan saja, tidak beberapa lama stok BBM habis di pom bensin. Kita masih bisa mendapatkan BBM di pedagang pengecer di pinggir jalan. Namun soal harga jangan ditanya. Jika di pom harga bensin dijual Rp 6.000 per liter, di pedagang kita harus mengeluarkan uang sampai Rp 9.000 untuk mendapatkan seliter bensin. Ini saya alami sendiri tadi pagi. Bahkan kawan saya bilang, tadi malam ia membeli bensin seharga Rp 10.000 per liter. Kenapa BBM jadi sulit didapat? Ironisnya justru setelah harga BBM dinaikkan. Ulah para spekulan kah? Atau ini merupakan bukti bahwa pemerintahan SBY gagal menyediakan salah satu bahan kebutuhan pokok rakyat? Entahlah, hanya SBY yang tahu. Yang pasti, makin hari BBM makin melambung tinggi. Makin sulit terjangkau rakyat kecil.

Mulai Sekolah

Hari ini Paksi mulai sekolah. Meski sebelumnya aku sempat was-was, apakah dia mau sekolah. Namun akhirnya dia mau juga berangkat ke sekolah. Paksi Lalang Sambegana, anak kedua saya itu sekolah di Taman Kanak-Kanak Bruder Nusa Indah. Aku berbagi tugas dengan istriku. Dia yang antar dan nungguin Paksi bersama Damar di sekolah. Sementara aku nungguin si bungsu, Adind di rumah. Paksi duduk di kelas B2. Sedangkan abangnya di kelas 2A, SD Bruder Nusa Indah. Menurut laporan istriku, kelakuan Paksi pada hari pertama masuk sekolah cukup lucu. Apa yang lucu? Ketika diabsen dan dipanggil namanya, Paksi perlahan-lahan mengacungkan jarinya tapi gak tinggi. Dia hanya mangangkat jarinya sebatas dada, sambil matanya melirik ke kiri dan ke kanan, disertai mulutnya yang dimenceng-mencengkan. Tidak itu saja. Ketika ditanya sama bu gurunya, siapa yang masih ngompol? Dia pun kembali mengacungkan jarinya sebatas dada. Duh lucunya Paksi. Karena kelakuannya yang lucu itu, kadang kami menjulukinya "mauneh...