Langsung ke konten utama

Postingan

Pengendali Udara

Beginilah jadinya kalo bayi umur 1,5 tahun jadi korban televisi. Adind tiba-tiba berubah jadi Avatar, tokoh film kartun yang saban hari diputar di salah satu televisi swasta. Konon dia Avatar yang terakhir, Sang Pengendali Udara. Ia dilahirkan kembali untuk menumpas keanggkara murkaan yang dikobarkan negara api. Hanya Avatar yang telah menguasai empat jurus pengendalian udara, air, tanah, dan api yang mampu menghentikan nafsu Kepala Suku Pengendali Api. Anda boleh percaya boleh tidak. Yang pasti serial Avatar menjadi tontonan anak-anak kita saat ini. Bila takut anak anda turut jadi korban, segeralah matikan televisi. Kalau masih tidak mempan juga, jual saja televisinya. Selamat mencoba.

Laskar Vibrant

Awal bulan ini aku berkesempatan menggunjungi Papua. Kali ini bukan untuk urus-urus lingkungan atau sumberdaya alam, sebagaimana biasa kalau aku pergi ke sana. Melainkan untuk fasilitasi training vibrant communication bagi aktivis stop AIDS. Enam hari penuh aku bersama 26 orang peserta training. Aku gunakan teknik menggambar yin-yang untuk perkenalan. Hasilnya cukup mengejutkan. Beberapa peserta menangis tersedu-sedu ketika menceritakan masa lalu yang sangat mempengaruhi hidupnya kini. Peserta makin heboh ketika dikenalkan teknik review dengan cara menggubah lagu. Lagu "ketahuan" yang sedang populer sengaja kami pilih. Teknik komunikasi verbal dan non-verbal juga aku perkenalkan pada para peserta. Untuk teknik non-verbal aku gunakan role play sending message. Penguasaan teknik komunikasi menjadi prasarat yang harus dimiliki oleh seorang fasilitator. Selanjutnya peserta diminta membuat poster tentang training idaman yang akan mereka buat dengan menggunakan potongan-potongan ga...

Komik Satu

Waroeng Inspirasi

Saya dan beberapa kawan sedang menggagas Waroeng Inspirasi. Waroeng Inspirasi (i.waroeng) idealnya ada di jalan protokol, dimana akses ke kampus, perkantoran, dan bandara cukup dekat. i.waroeng akan menjual berbagai produk seperti kopi, minuman ringan, kue-kue, buku, tas, t-shit, pin, dan voucher hp. Di sini disediakan layanan internet gratis bagi tamu yang membeli kopi atau minaman ringan. Bagi tamu-tamu asing dan nasional, i.waroeng juga melayani jasa antar-jemput dan pembelian tiket pesawat. Di lantai dua, akan jadi tempat nongkrong bagi The Borneo Facilitators Club (BFC). Di sini, saban Sabtu akan digelar leadership training bagi mahasiswa secara gratis. Selain itu, The BFC juga akan melayani kursus reguler tentang vibrant facilitation setiap tiga bulan sekali. Pada moment-moment tertentu akan digelar diskusi dengan para narasumber nasional dan disiarkan secara live oleh radio lokal. Harapannya i.waroeng akan jadi community college bagi kawan-kawan di sini. Semoga ide ini bisa ...

Belajar Sejarah

Bersama 30-an kader SPKS kami belajar sejarah perkebunan di Indonesia, dari era kolonial hingga era sekarang. Belajar sejarah, menjadi lebih mudah sambil melihat foto-foto lama (hitam-putih) dari era kolonial. Kita seakan-akan berada pada masa itu. Kita seolah-olah merasakan betapa getir nasib bangsa ini ditindas bangsa asing, seiring dengan pembangunan perkebunan di Nusantara. Sejarah perkebunan di Nusantara, adalah sejarah kolonialisme itu sendiri. Masuknya bangsa-bangsa asing tidak terlepas dari upaya mereka untuk menguasai dan memonopoli hasil kebun rakyat Nusantara. Bahkan, praktek perkebunan modern saat ini, tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi pada beberapa ratus tahun yang lalu. Mempelajari sejarah sangat penting bagi para petani. Bung Karno pernah mengingatkan kita untuk jangan sekali-kali kita melupakan sejarah (Jas Merah). Bahkan Jas Merah sekarang sudah berganti Jaket Merah (Jangan keterlaluan melupakan sejarah).

Pendidikan Kader

Akhir pekan lalu, saya dan dua sahabat memfasilitasi pendidikan kader petani sawit di Sanggau. Kegiatan yang dilakukan selama 3 hari itu dimaksudkan untuk mencetak kader bagi Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kalimantan Barat. Sebagai organisasi baru, SPKS membutuhkan banyak kader untuk menggerakkan roda organisasi. Dalam pendidikan ini, saya dibantu oleh dua sahabat saya yang selama ini sudah malang-melintang di dunia pendidikan petani, Fajri dan Hendra. Dengan sahabat yang terkahir ini, saya sudah lama tidak berkomunikasi. Tapi saya tahu betul, ia menjadi gawang bagi Serikat Tani Bengkulu (STAB).

Dedeng Alwi

Semak itu dibiarkan tumbuh liar. Kota Palu terasa panas, ketika kakiku menapaki komplek pekuburan itu. Di sini, bersemayam damai jasad sahabatku, Dedeng Alwi. Seorang sahabat yang sangat berkesan dalam hidupku. Tuhan punya rahasia. Dialah yang menentukan kapan saatnya seorang anak manusia dipanggil pulang. Termasuk sahabatku ini, dia dipanggil pulang dalam usia yang belum terlalu tua. Meski sesungguhnya, masih banyak kerja di dunia ini. Dari tanggannya, lahir berpuluh-puluh aktivis lingkungan yang pro rakyat. Maklum, almarhum adalah salah satu dedengkot aktivis LSM di Palu. Karena itu pulalah, aku mengenal sosok almarhum sebagai guru bertangan dingin. Bung, semoga engkau damai di sisi Tuhan Yang Maha Mengerti. Aku sangat kehilangan, sosok sahabat seperti kamu.