Langsung ke konten utama

Laskar Vibrant

Awal bulan ini aku berkesempatan menggunjungi Papua. Kali ini bukan untuk urus-urus lingkungan atau sumberdaya alam, sebagaimana biasa kalau aku pergi ke sana. Melainkan untuk fasilitasi training vibrant communication bagi aktivis stop AIDS.

Enam hari penuh aku bersama 26 orang peserta training. Aku gunakan teknik menggambar yin-yang untuk perkenalan. Hasilnya cukup mengejutkan. Beberapa peserta menangis tersedu-sedu ketika menceritakan masa lalu yang sangat mempengaruhi hidupnya kini. Peserta makin heboh ketika dikenalkan teknik review dengan cara menggubah lagu. Lagu "ketahuan" yang sedang populer sengaja kami pilih.


Teknik komunikasi verbal dan non-verbal juga aku perkenalkan pada para peserta. Untuk teknik non-verbal aku gunakan role play sending message. Penguasaan teknik komunikasi menjadi prasarat yang harus dimiliki oleh seorang fasilitator.

Selanjutnya peserta diminta membuat poster tentang training idaman yang akan mereka buat dengan menggunakan potongan-potongan gambar dari majalah bekas. Untuk evaluasi, aku gunakan peta pikiran guna mengukur sejauh mana peserta mampu menyerap materi selama enam hari itu.

Dan diakhir acara, dideklarasikan Laskar Vibrant Papua. Ke-26 peserta itulah yang akan mempromosikan teknik dan metode fasilitasi vibrant di sana. Semoga sekses selalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puning

Akhir tahun lalu saya berkesempatan mengunjungi Sungai Puning di daerah Buntok, Kalimantan Tengah. Wilayah Sungai Puning merupakan kawasan ekosistem air hitam. Konon di dunia hanya ada 2 ekosistem air hitam. Satu lagi di daerah Amazon, Brasil. Meski nampak hitam, namun bila kita ambil airnya sesungguhnya jernih. Waran hitam lebih dipengaruhi oleh warna permukaan tanah yang berupa gambut. Tanah gambut terbentuk dari serasah tumbuh-tumbuhan yang hidup ribuan tahun yang lalu. Masyarakat yang tinggal di kawasan ini, membangun rumah terapung di pinggir sungai. Rumah terapung ini dikenal dengan nama lanting . Pilihan tinggal di rumah terapung ini sesuai dengan kondisi alam setempat. Maklum saja, bila musim penghujan tiba, ketinggian air bisa mencapai 20 meter. Bayangkan kalau mereka harus tinggal di darat, bisa tenggelam nanti. Saat musim penghujan tiba, biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk mengambil kayu. Sayangnya mereka hanya bisa menikmati sisa-sisa kayu yang telah dibaba...

Wamena

Ini gambar saya di Wamena. Tepatnya di Kampung Walaik. Waktu itu saya sedang melakukan evaluasi tentang program kemiskinan di sana. Tampak masyarakat Suku Lani sangat antusias berdiskusi tentang berbagai program pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan berbagai pihak di kampungnya. Bila dibandingkan dengan masyarakat Indonesia pada umumnya, mereka jauh sangat tertinggal. Namun demikian mereka tidak pernah menyerah dengan kondisi yang serba sangat terbatas itu.

Kekuatan Politik Alternatif

PNLH IX Mataram tiga tahun lalu, mengamanatkan agar Walhi membangun kekuatan politik alternatif. Namun demikian tidak lantas Walhi harus berubah menjadi partai politik. Hal ini yang kembali ditegaskan Chalid Muhammad, Direktur Eksekutif Walhi pada pembukaan PNLH X di Pasar Seni Gabusan, Jogja, Kamis, 17 April 2008. Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana Walhi akan membangun kekuatan politik alternatif itu?. Emmy Hafild, Direktur Eksekutif Walhi periode 1996-2002, memberikan formula. Seharunya Walhi membuka peluang seluas-luasnya bagi keanggotaan individu. Ia memberikan contoh seperti Green Peace. Sayangnya draft perubahan statuta Walhi justru akan menghapus keanggotaan individu. Ini paradoks. Kekuatan politik alternatif hanya mungkin bisa dibangun oleh kekuatan orang-orang yang menjadi pendukung utama Walhi. Jadi perlu dibuang jauh-jauh pikiran untuk menghapuskan keanggotaan individu, bila Walhi benar-benar serius akan membangun kekuatan politik alternatif. Blogged with the Flock B...