Langsung ke konten utama

Optimis Ditengah Krisis

Banyak orang menganalisis bahwa dampak krisis keuangan global masih akan melanda Indonesia di tahun 2009 ini. Tapi apakah kita juga harus paranoid dengan kondisi ini? Tentu saja kita harus tetap optimis, bahwa di tahun ini kita bisa melewati krisis dengan baik. Bagaimana caranya kita bisa melewati krisis tersebut?

Sebagian kawan, mencoba peruntungan dengan cara terjun ke dunia politik. Mengingat pada tanggal 9 April yang akan datang, akan digelar pesta demokrasi 5 tahunan untuk memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk di DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Menjadi anggota parlemen bagi sebagian kawan adalah upaya untuk keluar dari krisis keuangan global, atau paling tidak keuangan domestiknya. Namun beberapa kawan yang lain, justru akan mulai bisnis kecil-kecil. Misalnya, mau buka warung kopi, rental internet, jualan pulsa HP dan lain sebagainya.

Ya, apa sajalah. Memang harus kreatif saat ini. Jadi banyak cara untuk keluar dari krisis. Yang penting tetap optimis, bahwa kita bisa melewati krisis ini dengan nyaman, tanpa gangguan berarti bagi ekonomi keluarga. Selamat mencoba dech!

Komentar

mixie mengatakan…
halo mas... kalo jadi PNS termasuk langkah kreatif gk yaa ngatasi krisis hehe..
Joko Waluyo mengatakan…
Jadi apa pun adalah pilihan, yang penting hidup harus berarti bagi sesama, bukan begitu mi?

Postingan populer dari blog ini

Nonton

Minggu lalu, saya dan istri mengajak anak kami, Damar (6th) dan Paksi (4th) nonton Spiderman 3 di Studio 21 Ayani. Ini merupakan pengalaman pertama anak-anak kami nonton film di gedung bioskop. Karena baru pertama, mereka menganggap gedung bioskop seperti rumah sendiri aja. Bayangkan, di dalam gedung mereka brisik bukan main. Teriak-teriak sesuka hatinya. Karuan saja, orang-orang yang lagi pada nonton merasa terganggu. Saya berusaha menenangkan anak-anak supaya tidak mengganggu penonton yang lain. Tapi sebentar saja, setelah itu mereka kembali brisik. Seakan tidak ada orang lain yang ikut menonton. Bukan cuma berisik, mereka juga bolak-balik ke kamar kecil. Ya pipislah. Ya eeklah. Aduh, capek deh. Tapi ya dasar namanya anak-anak. Apa lagi baru pertama kali nonton bioskop. Jadi saya cukup maklum lah.

Kekuatan Politik Alternatif

PNLH IX Mataram tiga tahun lalu, mengamanatkan agar Walhi membangun kekuatan politik alternatif. Namun demikian tidak lantas Walhi harus berubah menjadi partai politik. Hal ini yang kembali ditegaskan Chalid Muhammad, Direktur Eksekutif Walhi pada pembukaan PNLH X di Pasar Seni Gabusan, Jogja, Kamis, 17 April 2008. Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana Walhi akan membangun kekuatan politik alternatif itu?. Emmy Hafild, Direktur Eksekutif Walhi periode 1996-2002, memberikan formula. Seharunya Walhi membuka peluang seluas-luasnya bagi keanggotaan individu. Ia memberikan contoh seperti Green Peace. Sayangnya draft perubahan statuta Walhi justru akan menghapus keanggotaan individu. Ini paradoks. Kekuatan politik alternatif hanya mungkin bisa dibangun oleh kekuatan orang-orang yang menjadi pendukung utama Walhi. Jadi perlu dibuang jauh-jauh pikiran untuk menghapuskan keanggotaan individu, bila Walhi benar-benar serius akan membangun kekuatan politik alternatif. Blogged with the Flock B...

Pengalaman Pertama

Nek, gimana cara belinya? Begitulah pertanyaan Damar pada Neneknya. Rupanya, selama ini Damar belum pernah membeli jajan sendiri. Sehingga ia tidak tau bagaimana caranya membeli jajan. Meski sudah duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar, namun Damar tidak pernah jajan sendiri. Selama ini, ibunya selalu membawakan makanan dan minuman dari rumah. Kebetulan kemarin Damar diantar Neneknya sekolah. Ibunya lupa membawakan kotak makanannya. Lalu Neneknya memberikan uang seribu rupiah untuk jajan pada saat istirahat. Namun begitu terima uang dari Neneknya, Damar malah bertanya pada Neneknya, bagaimana caranya membeli jajanan di sekolah. Dengan sabar, Neneknya mengajarinya. Nanti Abang, begitu Damar biasa disapa, bilang saja ke penjaga kantin sekolah, mau beli donat, lalu kasihkan uangnya. Seribu dapat satu donat. Begitu Neneknya mengajari Damar beli jajanan di kantin sekolah. Setelah tahu caranya membeli jajanan itu, Damar dengan yakin masuk kelas. Ketika bel tanda istirahat dibunyikan, ia cepat...