Langsung ke konten utama

Postingan

BBM Melambung

Setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM beberapa waktu yang lalu, kini giliran harga BBM yang tak terkendali di tingkat pengecer. Di pom-pom bensin di kota Pontianak tampak antrian kendaraan untuk mengisi BBM. Karuan saja, tidak beberapa lama stok BBM habis di pom bensin. Kita masih bisa mendapatkan BBM di pedagang pengecer di pinggir jalan. Namun soal harga jangan ditanya. Jika di pom harga bensin dijual Rp 6.000 per liter, di pedagang kita harus mengeluarkan uang sampai Rp 9.000 untuk mendapatkan seliter bensin. Ini saya alami sendiri tadi pagi. Bahkan kawan saya bilang, tadi malam ia membeli bensin seharga Rp 10.000 per liter. Kenapa BBM jadi sulit didapat? Ironisnya justru setelah harga BBM dinaikkan. Ulah para spekulan kah? Atau ini merupakan bukti bahwa pemerintahan SBY gagal menyediakan salah satu bahan kebutuhan pokok rakyat? Entahlah, hanya SBY yang tahu. Yang pasti, makin hari BBM makin melambung tinggi. Makin sulit terjangkau rakyat kecil.

Mulai Sekolah

Hari ini Paksi mulai sekolah. Meski sebelumnya aku sempat was-was, apakah dia mau sekolah. Namun akhirnya dia mau juga berangkat ke sekolah. Paksi Lalang Sambegana, anak kedua saya itu sekolah di Taman Kanak-Kanak Bruder Nusa Indah. Aku berbagi tugas dengan istriku. Dia yang antar dan nungguin Paksi bersama Damar di sekolah. Sementara aku nungguin si bungsu, Adind di rumah. Paksi duduk di kelas B2. Sedangkan abangnya di kelas 2A, SD Bruder Nusa Indah. Menurut laporan istriku, kelakuan Paksi pada hari pertama masuk sekolah cukup lucu. Apa yang lucu? Ketika diabsen dan dipanggil namanya, Paksi perlahan-lahan mengacungkan jarinya tapi gak tinggi. Dia hanya mangangkat jarinya sebatas dada, sambil matanya melirik ke kiri dan ke kanan, disertai mulutnya yang dimenceng-mencengkan. Tidak itu saja. Ketika ditanya sama bu gurunya, siapa yang masih ngompol? Dia pun kembali mengacungkan jarinya sebatas dada. Duh lucunya Paksi. Karena kelakuannya yang lucu itu, kadang kami menjulukinya "mauneh...

Viva Espanola

Setelah melalui pertandingan-pertandingan sengit, mulai dari babak penyisihan hingga final, akhirnya Sepanyol menjadi juara Euro 2008. Spanyol mengalahkan Jerman 1-0 di partai final pada tanggal 30 Juni 2008. Spanyol memang layak menjadi juara kali ini. Karena sejak babak penyisihan mereka memang tidak terkalahkan. Spanyol yang bermain di group D bersama Rusia, Swedia, dan Yunani, pada putaran pertama tanggal 10 Juni 2008 membungkam Rusia 4-1. Di putaran kedua tanggal 14 Juni 2008, Spanyol membukukan kemenangan atas Swedia 2-1. Berikutnya di putaran ketiga tanggal 19 Juni 2008, Spanyol membungkam juara bertahan Yunani juga dengan skor 2-1. Dengan demikian, Spanyol menjadi juara group D. Di perempat final Spanyol harus berhadapan dengan runner up group C, Italia. Pada pertandingan tanggal 23 Juni 2008, akhirnya Spanyol dapat menundukkan juara dunia Italia dengan skor 4-2, melalui adu pinalti, setelah pada pertandingan 2x45 menit pertama hingga perpanjangan waktu 2x15 menit kedua kesebel...

Naik Kelas

Hari ini Damar bagi rapot.  Lebih cepat dua minggu dari jadwal nasional yang jatuh pada tanggal 28 Juni 2008. Setelah buku laporan pendidikan itu dibuka, jumlah nilai pada semester 2 meningkat dari 710 pada semester 1 menjadi 755. Ada 10 mata pelajaran yang diajarkan di kelas satu SD Bruder Nusa Indah Pontianak. Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Senibudaya dan Keterampilan, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin. Dua mata pelajaran yang terakhir adalah muatan lokal. Menarik dicermati nilai Damar di mata pelajaran muatan lokal ini. Nilai Bahasa Inggris yang pada semester 1 tercatat 65, pada semester 2 turun menjadi 60. Nilai Bahasa Inggris ini merupakan nilai terkecil dari seluruh mata pelajaran. Sementara nilai Bahasa Mandarin 90, naik cukup signifikan dari semester 1 yang hanya 75. Dan nilai Bahasan Mandarin adalah nilai tertinggi dari sepuluh mata pelajara...

Linus Karubun

Baru seminggu lalu aku mengunjungi rumah sahabatku itu di bilangan Sentani, Papua. Hari masih pagi ketika pesawat Garuda Indonesia yang aku tumpangi mendarat di Bandara Sentani. Sahabatku Linus Karubun sudah menjemputku di luar. Kebetulan bukan cuma aku yang dijemputnya, melainkan ada Nurcahyo Adi dari Jakarta dan Marco Watimena dari Merauke. Kami lalu diantar Linus ke Hotel Yasmin di Jayapura. Dalam perjalanan ke Jayapura, kami sempat singgah di Kantor WWF Region Sahul di Waena. Setelah sejenak menghirup kopi dan menyimpan koper di kamar hotel, Linus mengajakku ke rumahnya. Kali ini saya berdua saja dengan Linus. Kami kembali ke Sentani. Karena rumah Linus tidak jauh dari bandara. Setiba di rumahnya, saya bertemu dengan istri dan anak kedua Linus. Hmm, anak perempuan yang lucu. Ia masih sekolah di TK. Abangnya yang sudah kelas 4 SD tidak tampak. Tak lama kemudian, istrinya menghidangkan segelas kopi untukku. Matahari sudah hampir di atas kepala. Rasa lapar sudah menyerang perut. Linus...

Kekuatan Politik Alternatif

PNLH IX Mataram tiga tahun lalu, mengamanatkan agar Walhi membangun kekuatan politik alternatif. Namun demikian tidak lantas Walhi harus berubah menjadi partai politik. Hal ini yang kembali ditegaskan Chalid Muhammad, Direktur Eksekutif Walhi pada pembukaan PNLH X di Pasar Seni Gabusan, Jogja, Kamis, 17 April 2008. Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana Walhi akan membangun kekuatan politik alternatif itu?. Emmy Hafild, Direktur Eksekutif Walhi periode 1996-2002, memberikan formula. Seharunya Walhi membuka peluang seluas-luasnya bagi keanggotaan individu. Ia memberikan contoh seperti Green Peace. Sayangnya draft perubahan statuta Walhi justru akan menghapus keanggotaan individu. Ini paradoks. Kekuatan politik alternatif hanya mungkin bisa dibangun oleh kekuatan orang-orang yang menjadi pendukung utama Walhi. Jadi perlu dibuang jauh-jauh pikiran untuk menghapuskan keanggotaan individu, bila Walhi benar-benar serius akan membangun kekuatan politik alternatif. Blogged with the Flock B...

Kematian Bayi

Akhir bulan lalu dan awal bulan ini, saya berkesempatan mengunjungi Garut dan Banda Aceh. Adalah Penala yang bermurah hati mengajak saya untuk mendampingi para fasilitator Dinas Kesehatan di kedua daerah itu mengelola lokakarya perencanaan program penurunan kematian ibu dan anak. Ironis memang, ketika angka kematian ibu dan anak, termasuk bayi dan bayi baru lahir masih cukup tinggi, banyak orang masih tidak ngeh!. Termasuk mereka yang justru mempunyai kewenangan untuk menentukan anggaran bidang kesehatan. Tarik menarik kepentingan antarsektor masih cukup tinggi di negeri ini. Debat mana yang lebih penting antara sektor kesehatan, atau sektor pendidikan, atau sektor ekonomi, masih mewarnai gedung-gedung dewan yang katanya terhormat. Sementara debat kusir masih berlangsung di gedung-gedung yang megah itu, ratusan bayi (dan bayi baru lahir), anak atau bahkan ibu yang sedang melahirkan terus bergelimpangan meregang nyawa setiap harinya. Mereka yang menjadi korban, bukan karena bodoh atau t...